Pantang Menyerah, Ketut Rochineng Mampu Balikkan Nasib Berkat Kerja Keras

17 November 2019, 23:05


Bali News - Ketut Rochineng

Denpasar, LenteraEsai.com – Kehidupan berlumur keprihatinan telah dilakoni Dr I Ketut Rochineng SH MH sejak masih usia belia, tepatnya sejak sang ayah meninggal dunia saat ia baru menginjak kelas III sekolah dasar.

“Ibu saya hanya dagang serabutan di pasar, sedang anaknya ada delapan orang. Ketika ayah meninggal dunia, hidup kami sekeluarga benar-benar dicekam kesulitan ekonomi,” ujar Ketut Rochineng, anggota DPRD Provinsi Bali, ketika diwawancarai di rumahnya di wilayah Padangsambian Denpasar, Minggu (17/11).

Menurut pria kelahiran Desa Petemon, Seririt, Kabupaten Buleleng ini, saat itu dirinya setiap hari berjualan es lilin agar mendapatkan bekal sekolah. Namun penghasilan dari berjualan es lilin tidak mencukupi untuk kebutuhan sekolah. Akhirnya untuk beberapa saat, ia memutuskan berhenti sekolah.

“Ketika saya berhenti sekolah, ada pak guru yang mencari ke rumah dan disuruh melanjutkan belajar lagi. Katanya, saya tidak boleh berhenti sekolah karena nilai saya bagus-bagus. Seringnya dapat nilai 9 di raport. Ya saya kemudian sekolah lagi, sambil kerja narik kretek isi dagangan dari rumah pengusaha menuju pasar,” kata pria yang hobi bermusik ini dan dikenal sebagai pekerja keras serta pantang menyerah jika ada masalah.

Dia mengatakan, dalam proses yang telah dialaminya untuk mencapai kesuksesan hingga saat ini, tentu ada kendala yang selalu menyertai dalam setiap perjalanannya. Rochineng menjelaskan, tantangan berat itu pasti selalu ada, tapi saya selalu berusaha menghadapinya dengan tegar, tanpa pernah mengeluh, menyerah apa lagi mundur.

“Untuk menjalankan tugas yang diberikan pimpinan, saya selalu siap menghadapi semua rintangan yang ada, meskipun nyawa yang menjadi taruhannya. Ini penting sebagai wujud loyalitas saya kepada pimpinan yang tinggi dan tegak lurus,” ujarnya, menegaskan.

Dikatakannya, spiritual yang teguh menjadi pondasi bagi Rochineng untuk siap menjalakan tugas yang disertai dengan kendala di setiap prosesnya. Jadi dengan ilmu spiritual dan juga ilmu formal yang dimiliki, pria yang gemar berolahraga ini menjadi semakin teguh untuk menghadapi rintangan yang ada.

“Saya berharap dengan terpilihnya saya sebagai anggota dewan, saya mampu mengemban tugas dengan baik dan saya dapat memberikan manfaat terutama bagi masyarakat di dapil saya, yakni Buleleng,” kata doktor jebolan Universitas Udayana (Unud) itu.  (LE-DP)