Dikeluarkan Lewat Anus, Bule Peru Nekat Sembunyikan 125 Paket Narkoba

18 November 2019, 19:05


Bali News - Dikeluarkan Lewat Anus, Bule Peru Nekat Sembunyikan 125 Paket Narkoba

Denpasar, LenteraEsai.com – Guido Torres Morales (55), warga negara Peru yang menyelundupkan 950 gram kokain dengan cara ditelan, dituntut hukuman 18 tahun penjara di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (18/11) siang.

Di muka sidang yang dipimpin Ida Ayu Nyomam Adnya Dewi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anak Agung Gede Putra dalam surat tuntutannya menyatakan terdakwa bersalah telah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal  113 ayat (2) UU Narkotika.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah secara tanpa hak atau melawan hukum mengimpor narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram. Oleh karena itu memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 18 tahun, ” ujar jaksa membacakan surat tuntutannya.

Selain menuntut hukuman penjara, jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali itu juga memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana denda sebesar Rp 2 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman penjara selama 6 bulan.

Atas tuntutan itu, terdakwa Guido Torres Morales yang didampingi penasehat hukum dari PBH Peradi Denpasar, langsung mengajukan pembelaan secara lisan yang intinya memohon keringanan hukuman.

Usai mendengarkan pembelaan dari kuasa hukum terdakwa, majelis hakim langsung menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda putusan. “Sidang kita tunda seminggu dengan agenda vonis,” kata hakim sambil mengetuk palu tanda sidang selesai.

Pada serangkaian sidang sebelumnya, terungkap bahwa terdakwa pemilik  paspor nomor L20542788 itu, nekat menyelundupkan barang terlarang dari Peru ke Bali dengan modus disembunyikan dalam perut.

Dalam surat dakwaan, JPU mengungkapkan, tindak kriminal yang dilakukan terdakwa berhasil digagalkan oleh petugas Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai Bali pada Rabu, 26 Juni 2019.  Saat itu, terdakwa yang menumpangi pesawat Emirates EK-450 rute Dubai-Denpasar, tiba di Bandara Ngurah Rai sekitar pukul 16.00 Wita.

Turun dari pesawat, terdakwa Guido Torres Morales bersama para penumpang lainnya menuju terminal kedatangan internasional, dan sebelum keluar dari bandara, petugas memeriksa setiap penumpang.

Saat pemeriksaan dilakukan terhadap Guido Torres Morales, petugas curiga yang bersangkutan membawa barang terlarang yang diduga kuat berada dalam perutnya, sehingga petugas harus melakukan rotgen terhadap warga negara Peru tersebut.

Hasil rotgen ternyata benar, dalam bagian usus Guido Torres Morales terdeteksi ada sejumlah benda yang mencurigakan.

Selanjutnya, kata jaksa, petugas Bea dan Cukai melakukan upaya pengeluaran benda tersebut lewat anus terdakwa,  menyusul satu persatu keluar butiran  alumunium poil yang terbungkus plastik bening hingga mencapai 124 butir.

Petugas yang kemudian memeriksa butiran menyerupai kapsul itu, di dalamnya menemukan bubuk-bubuk warna putih mengandung sendiaan narkotika jenis kokain dengan total berat 950 gram, ujar jaksa.

Dari temuan itu,  petugas Bea dan Cukai akhirnya menyerahkan Guido Torres Morales berikut barang bukti narkoba yang berhasil dikeluarkan dari dalam perut kepada pihak Ditresnarkoba Polda Bali.

Sesampai di Markas Polda Bali, Guido Torres Morales terungkap kembali mengeluarkan 1 paket yang sama dari lubang anusnya, sehingga total ‘kapsul’ narkoba yang keluar menjadi 125 butir.

Dari hasil pemeriksaan, Guido Torres Morales mengaku telah berupaya menyelundupkan narkoba ke Bali dengan cara menelan atau menyembunyikan sebanyak 125 paket atau ‘kapsul’ kokain di dalam perutnya.

Guido Torres Morales mengaku mendapat barang terlarang itu dari seseorang yang tidak dikenal saat berada di atas pesawat dari Peru tujuan Buenos Aires, dan rencananya akan diserahkan kepada seseorang yang tengah menunggunya di sebuah hotel di Bali.

Atas perbuatannya itulah, jaksa kemudian menuntut agar terdakwa Guido Torres Morales dijatuhi hukuman 18 tahun penjara.  (LE-PN)