Diapresiasi, Komitmen Perantauan Seputih Raman Jaga Adat dan Tradisi Hindu

19 November 2019, 23:30


Bali News - Diapresiasi, Komitmen Perantauan Seputih Raman Jaga Adat dan Tradisi Hindu

Lampung, LenteraEsai.com – Pemerintah Provinsi Bali melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali senantiasa konsisten menjaga adat serta kebudayaan Bali dan agama Hindu. Hal ini tidak hanya untuk warga Hindu di Bali, namun juga di luar Pulau Dewata.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Bali, Wayan Suarjana menyampaikan hal itu saat memimpin rangkaian acara Media Informasi Pembangunan (Press Tour) Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali berkunjung ke pura serta melakukan persembahyangan di Pura Jagat Karana, Seputih Raman, Lampung Tengah, Selasa (19/11).

Dalam sambutannya, Asisten Wayan Suarjana menegaskan komitmen Pemprov Bali untuk selalu menjaga adat, kebudayaan dan agama Hindu melalui berbagai bantuan yang digelontorkan.

“Untuk itu saya harap masyarakat di sini bisa bersurat kepada kami, tentang apa saja yang diperlukan, baik itu sarana prasarana upacara maupun infrastruktur pura dan kebutuhan umat lainnya. Dengan demikian, kami senantiasa bisa menindaklanjuti,” ujarnya dalam acara simakrama yang juga dihadiri Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Bali AA Sutha Diana, jajaran Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali serta sejumlah awak media cetak, elektronik dan media online di Bali.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi semangat masyarakat Bali di perantuan yang masih tetap mempertahankan adat dan tradisi Hindu. “Meskipun terdapat berbagai tantangan, saya harap semangat beragama dan beryadnya bisa terus dipertahankan,” ujarnya, mengingatkan.

Asisten Wayan Suarjana menyatakan menyambut positif langkah masyarakat Lampung yang selama ini menggelar upacara yadnya sesuai kemampuan.

“Jangan beryadnya dengan menjual aset, lakukanlah sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujarnya seraya mengapresiasi langkah masyarakat dalam menggelar upacara ngaben massal demi menghemat biaya.

“Dalam beryadnya yang terpenting adalah maknanya, bukan seberapa besar biaya yang kita keluarkan,” katanya, menekankan.

Ia berpesan kepada masyarakat Hindu di Lampung untuk selalu menjaga kerukunan dengan menghormati adat istiadat setempat.  “Di mana bumi dipijak di sana langit dijunjung. Mari kita perlihatkan wajah Bali yang penuh toleransi dan ramah kepada masyarakat di rantauan, utamanya masyarakat di lingkungan tempat tinggal,” katanya.

Sementara itu, Ketua PHDI Kabupaten Lampung Tengah Drh I Ketut Suwendra menjelaskan bahwa beberapa keperluan umat yang cukup mendesak selama ini adalah buku-buku agama untuk kepentingan proses belajar-mengajar di  pasraman.

“Saya berharap melalui kunjungan kali ini Pemprov Bali bisa mewujudkan harapan kami, sehingga di pura ini bisa mendirikan perpustakaan yang kebih lengkap,” ujarnya, mengharapkan.

Ia juga menjelaskan tentang kondisi masyarakat Bali di Lampung yang penuh toleransi serta dapat hidup rukun berdampingan dengan masyarakat di sekitar tempat pemukiman yang berasal dari berbagai latar belakang dan agama yang berbeda.

“Masyarakat Bali di sini yang berjumlah sekitar 300 ribu orang sudah menganggap Lampung adalah kampung halamannya dan sudah melebur dengan masyarakat setempat,” ujarnya, menjelaskan.

Ia juga menyebutkan bahwa Pemprov Bali sudah memberikan perhatian kepada warga terutama kalangan muda dengan memberika beasiswa Bidikmisi untuk menempuh pendidikan di beberapa universitas di Bali.  “Sudah banyak putra-putri kami yang kuliah di Bali berkat beasiswa tersebut,” katanya.

Menanggapi paparan tuan rumah, Asisten Wayan Suarjana menyarankan mereka untuk membuat perkumpulan guna memudahkan komunikasi antara Pemprov Bali dengan masyarakat Bali di Lampung.

“Dengan membentuk perkumpulan, selain memudahkan mengontrol, juga bisa menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat Bali di Lampung dengan Pemprov Bali, sehingga berbagai bantuan yang dibutuhkan bisa secepatnya tersalurkan,” ujarnya, menandaskan.  (LE-001)