Gigolo Pilih Bunuh Korban Karena Mau Diajak ‘Ngejos’ Ketiga Kalinya

3 Desember 2019, 00:22


Bali News - Gigolo Pilih Bunuh Korban Karena Mau Diajak ‘Ngejos’ Ketiga Kalinya

Denpasar, LenteraEsai.com – Sidang kasus pembunuhan sales promotion girl (SPG) berinisal YP di penginapan Teduh Ayu 2 Jalan Kebo Iwa Utara Denpasar  dengan menggiring terdakwa Bagus Putu Wijaya, kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (2/12).

Sidang yang dipimpin Hakim Esthar Oktavi sudah memasuki agenda pemeriksaan terdakwa. Di muka sidang hakim meminta kepada terdakwa menceritakan awal mula kasus yang menyeretnya ke pengadilan tersebut.

Terdakwa mengatakan bahwa awalnya mengenal korban YP melalui aplikasi michat. Melalui aplikasi michat, korban dan terdakwa sudah membicarakan soal rencana korban menyewa jasa terdakwa sebagai gigolo.

“Saat korban masuk di aplikasi michat dan di komunitas kami, korban sudah tahu kalau saya adalah gigolo dan korban menyewa jasa saya dengan imbalan satu buah handphone dan uang tunai Rp 500 ribu,” ujar terdakwa di muka sidang.

Ketika ditanya alasan membunuh korban, terdakwa yang ditangkap di Manado, Sulawesi Utara itu mengaku kesal karena merasa dihina dan juga ditampar oleh korban.

“Awalnya kami main sebanyak dua kali. Usai itu korban marah dan menampar pipi saya karena mengaku tidak puas. Setelah itu saya mandi. Habis mandi dia ngajak main lagi tapi waktu itu saya sudah lemas,” kata terdakwa yang kembali mengaku bahwa pada saat itu kondisi fisiknya memang sedang drop.

Meski sudah dua kali ‘dijos’ oleh terdakwa, korban tetap mengaku tidak puas. “Dia terus marah-marah dan kembali menampar pipi saya sebanyak dua kali,” ujar terdakwa. Tamparan kali ini nampaknya membuat kesabaran terdakwa habis.

“Setelah saya ditampar dua kali, saya langsung emosi dan memiting leher korban dari belakang kurang lebih selama 5 menit sampai korban lemas. Setelah korban lemas, tubuh korban saya naikkan ke atas tempat tidur, wajahnya saya tutup pakai handuk,” aku terdakwa.

“Berapa lama saudara terdakwa jadi gigolo,” tanya Hakim Hariyanti yang dijawab terdakwa sudah 4 tahun menjalani profesi tersebut. “Empat tahun menjadi gigolo sudah capek apa belum. Sudah berhenti saja, cari pekerjaan lain ya,” kata majelis hakim.

Setelah menghabisi nyawa korban, terdakwa pergi dari penginapan membawa serta mobil milik korban. Mobil itu menurut terdakwa digadaikan ke temannya yang bernama Jro Komang senilai Rp 10 juta. Uang hasil gadai mobil itu oleh terdakwa digunakan untuk ongkos kabur ke Manado, dan sebagian diberikan kepada istrinya.  (LE-PN)